PETALING JAYA: Being a victim of slander is not something one would wish on other people, says Datuk Seri Anwar Ibrahim.
The PKR president said he himself had lost a lot back when he was slandered.
"I've long been slandered over the years. I've lost many friends and time with my loved ones. It's not something that you want for others.
"Let's ponder upon the world today and ensure that we will not be caught in the act of sharing without thinking or craft things that will lead to slander," he said in an Instagram post on Friday (June 14)
Anwar, who was charged with sodomy twice before, said attempts to destroy unity could only be halted by having integrity and principles.
He added that it was unfortunate slander was becoming a norm in Malaysian politics.
"When they fail to bring someone down through policy and principles, then slander and lies become their choice.
"Repeat, repeat, repeat ... Then it becomes the 'truth', especially in the age of social media and fake news," he said.
On Thursday, Anwar reiterated PKR's rejection of the gutter politics levelled against its deputy president Datuk Seri Azmin Ali, who has been implicated in a sex video scandal.
The party was mired in scandal when a video purportedly of Azmin and Santubong PKR youth chief Muhammad Haziq Abdul Aziz having sex went viral.
Haziq made a confession that it was him and Azmin in the video, with the latter slamming the allegation as a nefarious plot to end his political career.
View this post on InstagramJumaat adalah hari untuk kita bermuhasabah. Fitnah boleh dianggap ‘membunuh’, cumanya ia dalam bentuk yang lain. Ia menghancurkan peribadi, kegembiraan, menimbulkan syak wasangka dan meleburkan perpaduan - perkara-perkara yang menjadi pengikat antara masyarakat, dan asas penting persahabatan dan ummah. Malangnya, fitnah menjadi asam garam politik - pabila mereka gagal menundukkan seseorang dengan dasar dan prisip, maka jalan fitnah dan penipuan menjadi pilihan. Ulang, ulang, ulang.... maka ia menjadi suatu ‘kebenaran’, terutama dalam zaman media sosial dan ‘fake news’. Saya telah lama difitnah dalam tahun-tahun lampau sepanjang hidup berjuang. Saya kehilangan ramai teman, dan juga masa bersama yang tersayang. Dan peristiwa ini bukan lah sesuatu yang saya harapkan terjadi pada orang lain. Justeru dalam kesibukan menguruskan urusan kita pada hari Jumaat yang mulia ini, mari kita bersama-sama merenung dan memikirkan tentang dunia hari ini, dan memastikan kita tidak terjerumus ke dalam gejala berkongsi tanpa fikir atau merekayasa perkara-perkara yang menjurus kepada fitnah. Kita telah ditimpa berbagai mehnah dan tribulasi di masa lalu, dan akan ada cubaan baru untuk menghancurkan perpaduan sesama kita. Ia akan hanya digagalkan pabila kita berdiri dengan prinsip dan integriti. A post shared by Anwar Ibrahim (@anwaribrahim_my) on
Already a subscriber? Log in
Get 20% OFF The Star Digital Access
Cancel anytime. Ad-free. Unlimited access with perks.
